ALLAH SUMBER KASIH KARUNIA (4)

1 Petrus 1 Peter 5:10
Kolose Colossians 1:21-23

“…bertekun dalam iman...”

Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.” (1Ptr. 5:10).

Menjadi tenang secara literal berarti berpijak pada tanah atau melekat pada pondasi yang kokoh. Kotbah di Bukit adalah kotbah bagi pendengar yang telah memercayai Tuhan Yesus Kristus sebagai Mesias. Yesus Kristus membandingkan dua jalan, jalan yang sempit dan jalan yang lebar, jalan kepada Kerajaan Allah dan jalan kepada kehancuran (Mat. 7:13-14), dua jenis pohon, pohon yang baik dan pohon yang tidak baik (Mat. 7:15-23), dua rumah dengan dua jenis fondasi (Mat. 7:24, 27). Rumah yang didirikan di atas batu karang akan tetap tahan terhadap badai, sebab fondasilah yang menentukan kemampuan suatu struktur untuk bertahan (Mat. 7:24-27).

Orang yang percaya kepada Firman Yesus Kristus dan melakukannya, adalah orang bijaksana yang mendirikan rumah di atas fondasi yang kokoh (Mat. 7:24). Sebaliknya, orang yang mendengarkan Firman Tuhan tetapi gagal melakukannya, seumpama orang yang mendirikan rumah di atas pasir (Mat. 7:26; band. Yak. 1:22).

Reaksi terhadap badai kehidupan, yaitu penderitaan dan pencobaan, akan menyatakan seperti apakah seseorang sesungguhnya (Mat. 7:25, 27), angin dan hujan tidak akan menghancurkan rumah yang didirikan di atas batu karang, tetapi akan menghancurkan rumah yang didirikan di atas pasir.

RENUNGKAN: Bisa berdiri teguh erat hubungannya dengan memiliki pengetahuan yang teguh akan Firman Tuhan, sebagaimana orang bijaksana yang mendirikan rumah di atas batu karang, orang yang memiliki pengetahuan yang teguh akan Firman Tuhan akan bisa menang atas masalah dan penganiyaan.

DOAKAN: Tuhan, terima kasih untuk kasih karunia-Mu dan fondasi-Mu untuk bertahan terhadap badai kehidupan, sehingga nama-Mu yang kudus dan berharga akan dipermuliakan lewat penderitaan saya.