MARIA DALAM ALKITAB

LUKAS 1:38 56
1 SAMUEL 2:1-10

Luke 1:38-56 38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. 39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. 40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. 41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, 42 lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. 43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? 44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. 45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” 46 Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, 47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. 50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; 53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, 55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” 56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

“Penyembahan kepada Maria melanggar dua Hukum Taurat.”

Apakah peranan Maria dalam karya Penebusan? Apakah kedudukan Maria di gereja? Pertanyaan pertanyaan ini diajukan untuk menggugah pemikiran kita. Di beberapa gereja dewasa ini, Maria diberikan tempat kehormatan yang melebihi Kristus. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan kedudukannya yang alkitabiah. Seperti yang dinyatakan dalam renungan kita tanggal 1 Desember 2011 bahwa satu-satunya dasar iman dan tindakan kita adalah Firman Allah yang tidak pernah salah, bukan tradisi manusia atau suara gereja. Oleh karena itu, kita harus menggunakan Alkitab sebagai sumber. Apakah yang dikatakan mengenai Maria dalam bacaan hari ini dan cerita Matius tentang kelahiran Kristus?

a. Pada waktu cerita dimulai, Maria adalah seorang perawan. Ketika malaikat Gabriel mendatanginya, dia adalah seorang gadis yang masih suci. Dia terkejut mendengar berita yang disampaikan oleh malaikat bahwa dia akan mengandung. Maria mengungkapkan ketakutannya secara jujur. Dia bertanya tanya kepada diri sendiri “Apakah yang akan direnungkan Yusuf dan orang lain tentang aku, mengandung di luar ikatan pernikahan!”

b. Ucapan Maria kepada Gabriel pada ayat 38 penting artinya: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan.” Kemudian ketika dia menjenguk sepupunya Elisabet, dia berkata, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku, sebab la telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya…”

Dari catatan di atas, kita dapat menarik kesimpulan secara alkitabiah:

1. Maria adalah anak orang Yahudi biasa yang dikandung dan dilahirkan sebagai orang berdosa. Seperti semua keturunan Adam, dia membutuhkan keselamatan. Dia mengakui hal ini melalui pujiannya kepada Allah yang menyatakan “Allah, Juruselamatku.” Alkitab tidak mengakui dogma “Immaculate Conception” (yang berarti bahwa Maria dikandung tanpa dosa asal), atau sebutan “Bunda Allah” yang diberikan kepada Maria (dia sendiri mengaku dirinya sebagai “hamba Tuhan’).

2. Maria tidak terus menjadi perawan selamanya seperti yang diajarkan secara salah oleh sebagian orang. Alkitab mencatat bahwa setelah kelahiran Yesus, Yusuf dan Maria hidup sebagai suami dan istri yang normal (Mat. 1:25) dan mempunyai anak-anak lain (Mat. 13:55 56). Walaupun dari Alkitab kita mengerti Maria memiliki nilai-nilai kebajikan dan moral yang langka, namun Alkitab tidak membenarkan kita untuk memuliakan, berdoa, atau menyembah Maria.

Biarlah Maria tetap sebagai Maria!

RENUNGKAN: Marilah kita kembali ke Alkitab dan bersandar hanya kepada Alkitab.