RENDAH HATI (1)

YAKOBUS 4:1-10
YAKOBUS 4:10

“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan…”

Tuhan Yesus menyingkapkan hati yang berdosa dan sombong, “dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan” (Mrk. 7:21-22). Ada orang yang tampil rendah hati ketika mereka menghadapi kegagalan, sakit penyakit, pencobaan, atau kesulitan. Akan tetapi ketika bencana berlalu dan bahaya telah lewat, ketika mereka menjadi makmur lagi, mereka sekali lagi menjadi sombong dan meremehkan orang lain. Untuk bisa sungguh-sungguh rendah hati, meskipun kita naik jabatan, makmur, dan sukses, kita harus memiliki hati yang baru yang dikendalikan oleh Roh Kudus, sehingga memiliki pikiran yang sama dengan Tuhan Yesus, Allah yang sungguh-sungguh dengan rendah hati menjadi manusia, dan bahkan menjadi hamba, “…merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Flp. 2:5-8).

Karena “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati” (Yak. 4:6), Dia memerintahkan kita, “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu… supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya” (Yak. 4:10; 1Pet. 5:6), dan “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mi. 6:8). Syarat pertama untuk kebangunan rohani dari Allah adalah rendah hati,“ dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka” (2Taw. 7:14). Apakah kita telah sungguh-sungguh merendahkan diri di hadapan Allah?

Banyak orang yang merendahkan diri di hadapan manusia dan bukannya di hadapan Allah. Mereka membungkukkan diri kepada para sarjana yang tidak percaya kepada Alkitab dengan kritik tekstual atau pendapat yang menentang Firman Tuhan! Ini bukanlah kerendahan hati sejati di hadapan Allah! Lebih baik jika kita merendahkan diri kita di hadapan Allah daripada direndahkan oleh Allah (Ul. 8:2 band. 8:16; 2Taw. 28:19; 33:12, 19; Mzm. 106:43, 107:39).

RENUNGKAN: Apakah saya sungguh-sungguh merendahkan diri di hadapan Allah?

DOAKAN: Oh Tuhan, tolong jaga saya supaya selalu rendah hati di hadapan-Mu.