NABI ELISA DIPANGGIL

SELASA, 2 OKTOBER 2012

1 Kings 19:19-21

Nabi Elia taat kepada perintah Tuhan dan pergi ke Abel-Mehola untuk mencari Nabi Elisa. Ketika dia bertemu dengan Nabi Elisa, dia melemparkan jubahnya kepada Nabi Elisa. Ini mengisyaratkan bahwa Nabi Elisa akan menjadi penggantinya. Tentu saja, Tuhanlah yang telah memilih Nabi Elisa. Oleh karena itu Nabi Elisa sama sekali tidak keberatan bahkan lari mengejar Nabi Elia. Tuhan tidak pernah berbuat kesalahan. Pilihan Tuhan selalu sempurna dan tepat sesuai dengan pekerjaan yang Tuhan berikan kepada orang tersebut.

Ketika Nabi Elia bertemu Nabi Elisa, Nabi Elisa sedang membajak di ladang papanya. Dia sedang membajak dengan dua belas lembunya. Dua belas lembu tersebut diikat menjadi satu oleh bajak yang terbuat dari kayu yang disebut kuk. Karena ada dua belas lembu, kita dapat menyimpulkan bahwa papa Nabi Elisa adalah seorang yang kaya raya yang dapat memberikan kehidupan yang mapan. Jadi, mengapa Nabi Elisa dengan rela mau mengikuti Nabi Elia dalam pelayanan yang begitu berat? Perhatikan bagaimana sikap Nabi Elisa sebagai seorang anak. Dia ingat untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kedua orang tuanya. Ini menunjukkan bahwa Nabi Elisa seorang yang penuh dengan rasa syukur, hormat, kasih, dan peduli. Dia bahkan menyiapkan makanan bagi keluarganya dan bersukacita dengan mereka sebelum dia pergi.

Apakah yang dapat kita pelajari dari sikap Nabi Elisa? Tentu saja fakta bahwa dia sangat menghormati kedua orang tuanya. Dan terutama, Nabi Elisa menghormati Tuhan. Dengan hati yang tulus mau melayani Tuhan kapan saja dan di mana saja. Kita dapat menceritakan kesiagaannya terhadap panggilan Tuhan kepadanya. Kita juga belajar bagaimana Tuhan memilih siapa saja yang Tuhan panggil untuk melayani. Nabi Elisa dan Nabi Elia berasal dari dua latar belakang keluarga yang berbeda, tetapi mereka telah dipilih Tuhan untuk menjadi nabi-nabi-Nya.

Jawablah pertanyaan ini.

Apakah yang sedang dilakukan Nabi Elisa ketika Tuhan memanggilnya?

___________________________________________________

RENUNGKAN: Apakah saya menghormati kedua orang tua saya?

DOAKAN: Bapa di surga, ajar saya untuk dapat menjadi seperti Nabi Elisa menghormati kedua orang tua saya. Ada banyak cara yang dapat saya lakukan, misalnya selalu bersyukur, peduli, bersikap baik, hormat, berdoa untuk mereka, dan menaati mereka. Doa ini saya minta dalam nama Tuhan Yesus, amin.