KEDAGINGAN AKAN MEMBUATMU GAGAL

Siap sedialah menghadapi masalah ketika kita hidup bagi Tuhan.

KAMIS, 6 DESEMBER 2012

2 Samuel 3:22-39
John 13:21-30

Harapan Daud tentunya tinggi ketika dia mengutus mantan musuhnya Abner untuk mengusahakan perdamaian. Segera, dengan pertolongan Abner, seluruh Israel akan mengakui Daud sebagai raja, dan janji Tuhan akan digenapi (3:21). Namun sering di tengah kesuksesan, pencobaan datang. Demikian juga yang terjadi dengan Daud.

Persoalan datang dari Yoab, komandan Daud sendiri. Mendengar kesepakatan antara Daud dan Abner, Yoab dengan licik membunuh sekutu baru Daud (3:27). Yoab melakukan ini untuk membalas dendam atas kematian saudaranya Asael (3:27; band. 2:18-23). Namun Yoab membunuh Abner dalam masa damai, tanpa sepengetahuan Daud. Ini jelas adalah pembunuhan. Abisai juga terlibat (3:30). Mungkin Yoab dan saudaranya merasa takut bahwa Abner akan menjadi ancaman dalam pengaruh kekuasaan mereka terhadap pemerintahan Daud.

Tiba-tiba, harapan Daud untuk suatu kerajaan yang bersatu menjadi terancam. Namun Daud sendiri tidaklah bersalah (3:28). Dalam integritas, Daud mengambil langkah untuk meminimalkan bahaya. Pertama, dia menyangkal keterlibatan dalam rencana pembunuhan Abner, dia menyalahkan Yoab (3:29, band. 1Raj. 2:5-6). Daud lalu meratap untuk Abner di depan umum. Karena ketidakpastian akan kekuatan politiknya, Daud tidak mengadili Yoab dan Abisai pada waktu itu, melainkan menyerahkan penghakimannya kepada Tuhan (3:39). Melihat sikap Daud dalam urusannya dengan kematian Abner, bangsa Israel merasa senang (3:36-37). Reputasi Daud tidak hancur dan harapan untuk kerajaan yang bersatu masih ada.

Ketika kita hidup bagi Tuhan, kesulitan pasti akan datang (2Tim. 3:12). Kadang-kadang kesulitan seperti ini bahwa datang dari orang-orang yang kita kira bisa kita percaya. Dalam kondisi seperti ini kita harus tetap bersandar kepada Tuhan dan tetap bertahan dalam ketidakbersalahan dan integritas.

RENUNGKAN: Ketidakbersalahan adalah pertahanan terbaik.

DOAKAN: Tuhan, tolonglah saya jangan sampai mengkompromikan integritas saya sendiri.