JANGAN MENGUCAPKAN SAKSI DUSTA (III)

KELUARAN EXODUS 20:16
Yakobus 4:10-17

“Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah!”

Seperti perintah-perintah lainnya, dalam perintah ini terdapat aspek negatif yang diungkapkan dan aspek positif yang tersirat. Implikasi yang tersirat tersebut adalah bahwa kita harus membela sesama dan membuktikan kebenaran mereka ketika mereka didakwa oleh bibir-bibir yang berdusta.

Thomas Watson berkata, ”Perintah ini bukan hanya memerintahkan kita agar tidak memfitnah atau melontarkan tuduhan palsu terhadap sesama, akan tetapi bahwa kita harus bersaksi demi mereka dan berdiri di sisi mereka untuk membela mereka, ketika kita tahu bahwa mereka didakwa dengan tuduhan palsu. Orang bisa bersalah terhadap orang lain dengan berdiam diri maupun dengan fitnah jika dia tahu bahwa orang lain itu dikenai tuduhan palsu tetapi tidak mau berbicara demi dia. Jika orang melontarkan tuduhan palsu kepada siapa pun, kita harus membersihkannya. Ketika para rasul dipenuhi dengan Roh, dan dituduh tengah bermabuk-mabukan, Petrus secara terbuka mempertahankan ketidakbersalahan mereka: ‘Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka’ (Kis. 2:15). Yonatan yang mengetahui bahwa Daud adalah orang benar dan bahwa semua yang dikatakan Saul tentang Daud adalah fitnah, memberikan pembelaan bagi Daud. Daud ‘tidak berbuat dosa terhadapmu; bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu!… Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap darah orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?’ (1Sam. 19:4,5). Ketika orang-orang Kristen gereja awal dituduh melakukan hubungan inses, dan membunuh anak-anak mereka, Tertullian menuliskan pembelaan iman yang terkenal untuk membela mereka. Inilah tindakan sebagai seorang sahabat dan seorang Kristen, yaitu menjadi pembela orang lain ketika orang lain itu didakwa dengan tuduhan palsu yang mencemarkan namanya.”

Jika Anda telah difitnah atau dikenai tuduhan palsu, tetapi mengetahui bahwa Anda tidak bersalah, jangan terlalu gelisah; biarlah sukacitamu menjadi saksi bagi hati nuranimu (Mat. 5:11,12). Karena tidak ada pujian yang bisa menyembuhkan hati nurani yang busuk, maka tidak ada fitnah yang bisa melukai hati nurani yang baik. Allah akan membersihkan nama umat-Nya, “Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang” (Mzm. 37:6). Bagi Dialah segala puji dan kemuliaan!

RENUNGKAN: “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.” (Mat. 5:11)

DOAKAN: Tuhan tolonglah aku menjadi seperti Tuhan Yesus Kristus, yang “ketika… dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki” (1Ptr. 2:23).