TUHAN YANG MENYEMBUHKAN ENGKAU (JEHOVAH-RAPHA)

Keluaran Exodus 15:22-27
Keluaran Exodus 15:26

“Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”

Orang-orang Israel bersungut-sungut terhadap Musa karena air yang pahit di Mara. Musa “berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis” (Kel. 15:25). Keajaiban ini ditindak-lanjuti dengan instruksi dan janji TUHAN kepada setiap orang percaya sepanjang zaman: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau” (ay. 26).

Tuhan masih menjadi Penyembuh Ilahi bagi kita hari ini, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibr. 13:8). Puji Tuhan! Banyak penyembuh palsu mengajarkan bahwa karunia mukjizat seperti penyembuhan masih ada, dan bahwa Tuhan selalu ingin anak-anak-Nya disembuhkan dan sehat (Yoh. 5:6). Mereka telah menipu banyak orang dengan pengakuan palsu atas penyembuhan yang mereka lakukan. Mereka juga menyalahkan orang-orang yang tidak sembuh dengan mengatakan bahwa mereka kurang beriman. Kita jangan sampai tertipu oleh orang-orang seperti ini.

Tuhan kita memberikan rasul-rasul-Nya kuasa menyembuhkan orang sakit ketika mereka berkhotbah pada abad pertama untuk menegaskan firman-Nya (Mrk. 16:20), namun karunia mukjizat telah dihentikan sejak Perjanjian Baru selesai ditulis seluruhnya (1Kor. 13:8-10). Pada masa awal pelayanan Paulus, banyak orang yang disembuhkan dalam nama Tuhan Yesus. Tetapi belakangan Paulus harus berseru memohon kemurahan Tuhan bagi Epafroditus yang sedang sakit keras (Flp. 2:27). Paulus juga meninggalkan Trofimus di Miletus karena sedang sakit (2Tim. 4:20).

TUHAN masih merupakan Penyembuh Ilahi bagi kita. Jadi ketika kita sakit, kita bisa datang langsung kepada-Nya dalam doa, percaya dalam ketaatan, dan bukannya mencari penyembuh palsu.

RENUNGKAN: Tuhan adalah Penyembuh Ilahiku.

DOAKAN: Oh, TUHAN, saya berterima kasih karena Engkau menjadi Penyembuhku yang agung.